Sastra/Puisi

Ratu Sinuhun

Karya: Ali Goik

Di Negeri Pelembang Darussalam

Tersembunyi kisah yang abadi

Ratu Sinuhun perempuan hebat

Pelita bagi Perempuan

Di balik hukum, hidup tradisi

Warisan luhur jadi pondasi

Adat dijaga, Syariat Dijunjung

Pedoman hidup generasi depan

Alam dijaga sepenuh hati

Hutan, sungai, tanah warisan suci

rawat alam jadi lestari

Untuk dinikmati generasi nanti

Dari Pelembang gema berderu

Ke negeri jauh, hingga penjuru

Jender bukannya belenggu

jadi harmoni di masamu

Damai ditabur dalam setiap kata

Tak ada luka, tak ada cela

Kitabmu menuntun pada cahaya

Cinta dan adil jadi mahkota

Ratu Sinuhun, warisanmu kami rawat

Dalam adat, dalam alam yang sehat

Jejakmu abadi, tak lekang waktu

Menyatu dalam damai dan ilmu

Ratu Sinuhun

anto narasoma

segala tradisi yang kau susun ke dalam adat istiadat,

mampu membuka ruang ekosentris pada alam

lalu,

dari berbagai catatan

di sepanjang sejarah tradisiku, hakikat

dan pikiranmu begitu tajam merancut pedoman hidup

bagi orang-orang di pedalaman

o...oendang-oendang simboer tjahaja

yang menerangi lorong gelap dalam tradisiku,

merangkul norma-norma adat di sepanjang lahan pernikahan itu

ratu sinuhun,

kau rangkum sendiri hakikat hukum adat

yang terinjak-injak kodifikasi kebijakan kolonial Belanda

ratu sinuhun,

begitu kokoh tebing-tebing tradisi yang kau susun

lewat aspek hukum adat dan norma masyarakat_uluan_ Palembang

maka,dari uraian tradisional yang menenggelamkan etika pertunangan;

akan terikat pada denda adat

setelah persentuhan itu menyesak ke alur percintaan tanpa nikah

Palembang

17 September 2025

CORAK TRADISI DAN PENGEMBANGAN IDE

Karya: Anto Narasoma

GETAR seni di dalam jiwa manusia, seringkali menggiring untuk mewujudkannya lewat karya. Begitu pula dengan diri seorang pelukis senior asal Yogyakarta, DN Koestolo.

Sebagai seniman, jiwa Koestolo selalu gelisah. Ketika melihat persoalan kemanusiaan di lapangan, hatinya tergetar hebat. Ini pula yang kerap menggiringnya menjadikan momen fakta kehidupan digarap menjadi sebentuk karya (lukisan).

Mencermati lukisan bertajuk "Biyung" yang dikanvaskan di atas medium oil on canvas berukuran 120X100 sentmeter, menggelitik hati saya.

Sebab sebagai seorang pelukis, kepekaan nuarani sungguh mengagumkan. Lukisan Biyung menggambarkan sosok seorang ibu muda yang sedang mengajak jalan dua anaknya. Yang satu digendong, anak perempuannya lebih besar berdiri di depan ibunya.

Koestolo begitu piawai melukiskan corak seorang wanita Jawa dengan dua anaknya yang masih kecil.

Ketika kita masuk ke dalam estetika lukisan Biyung', Koestolo begitu detil menggambarkan rumusan bentuk.

Dari raut wajah, gurat-garis dan lekuk di tiap celah kulit dan daging bentuk lukisan, digarapnya secara faktual, sehingga orang akan diajak masuk ke dalam corak gagasan dan bentuk manusia sesungguhnya.

Inilah keistimewaan seorang Koestolo ketika menumpahkan ide dan gagasannya ke dalam penggarapan karya.

Lukisan Biyung diselesaikan tahun 2020 lalu. Namun dengan bentuk alami seperti itu, karyanya akan abadi secara estetika.

Dari bentuk manusianya, layar belakang dinding yang di posisi bawah terlukis tempelan semennya terkelupas, payung, dan tanah, seolah menggambarkan keadaan sesungguhnya.

Pelukis dunia Oscar-Claude Monet, mengatakan bahwa menggurat lukisan sesuai bentuknya memang membutuhkan ketajaman pikiran dan keterampilan bakat seseorang (sense of art).

Sebab ketika seorang pelukis menangkap ide dari fakta di lapangan, kata Oscar, ia tidak langsung menumpahkan gagasannya ke dalam goresan tangannya.

Memang, pengendapan ide yang akan digagas menjadi lukisan membutuhkan waktu, sehingga seorang pelukis akan gampang memindahkan pokok-pokok pikirannya ke dalam lukisan.

Meski demikian, sikap pelukis memang selalu melekat dengan tradisi hidup kesehariannya. Makanya, ketika DN Koestolo melukis ibu dengan latar belakang tradisi ke-Jawa-annya yang begitu kental tertera di dalam lukisan Biyung.

Jika ditelusuri, penguasaan situasi kedaerahan (Jawa) memang begitu melekat di dalam jiwa Koestolo, sehingga ia begitu mudah memaparkan situasi lukisan tersebut.

Seperti diungkap pelukis Oscar-Claude Monet sebelumnya, kedekatan jiwa dan tradisi Jawa yang melekat dalam kehidupan itulah yang "membantu" Koestolo menghadirkan lukisan Biyung.

Menurut Afandi, yang membesarkan seorang pelukis ketika ia memaparkan ide dan gagasan di dalam lukisannya, jiwa harus lebur ke dalam fakta bentuk, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar menghadirkan bentuk gambar sesuai fakta di lapangan. Bahkan lukisannya terkesan hidup seperti bentuk sesungguhnya. (*)

Palembang
16 Maret 2023

Hukum Adat

Karya: Anto Narasoma

Di sinilah aku berdiri :
Tegak menanti diksi dalam sajakku,
Yang berkeliaran mengurai kaidah kata-kata bagimu,
Ratu sinuhun

Sebab,
Di antara pintu-pintu sejarah yang kau coret dengan oendang-oendang simboer tjahaja, Telah membuka hakikat kecerdasan tradisi di tanah negeriku

Sebab,
Jauh sebelum matahari
Melemparkan cahaya pada momen wajahmu secantik rembulan,
Kesetaraan gender telah menghapus babak-belurnya wajah perempuan

Maka,
Tradisi apa yang mencerahkan pokok pikirannu --setelah landasan dasar perempuan berdiri Dalam garis ketinggian yang selalu menyebut-nyebut namamu

Bunda ratu,
Tatkala catatan pertama
Menegakkan hukum dari kebodohan anak negeri, integritas hukum adat menjadi benteng Bagi ketentuan syariat kehidupan

O, aturan pertunangan
Itu menggabungkan kebijaksanaan adat ketika sistem hukum tertulis bagi tatanan keadaban, Menjadi tatanan dasar hukum adat yang cerdas

Palembang
18 September 2025

Pengabdianku, Aku Ratu Sinuhun

Karya : Tirta Diana

Matahari terbenam dari ufuk barat,

Tatapanku jauh memandang dari singgasana ini,

Dari singgasana ini aku melihat aliran Sungai Musi,

Ada rasa cintaku terhadap negeri ini

Ada rasa cintaku terhadap Masyarakat yang kusayangi,

Ada rasa cintaku terhadap perempuan2 yang aku hormati..

Malam tetaplah malam,

Aku terus berfikir,

Bagaimana menjadikan rakyatku

Tenteram dan Makmur

Bagaimana tatanan negeri terukur,

Bagaimana?????

Hingga saatnya matahari mulai melihatkan dirinya

Dari ufuk timur

Hangat seperti semangatku yang baru,

Tersenyum seperti aku,

Dan inilah aku

RATU SINUHUN

Ini adalah persembahanku

Kitab Simboer Cahaya

Kitab Simboer Cahaya

Kitab Simboer Cahaya

Yang dengan bangga kupersembahkan

Kepada negara

Sebagai bentuk pengabdianku

Dari hati yang tulus.

Pergunakanlah kitab Simboer Cahaya ini

Manfaatkanlah

Wahai “anakku”

Aku yakin kau akan selalu ada

Disisiku hingga akhir..

Aku yakin suatu saat nanti,

Apa yang aku perjuangkan ini

Akan bermanfaat untuk tatanan hidupmu,

Untuk tatanan hidup dunia

Kupejamkan mata,

Kupersembahkan Kitab Simboer Cahaya

Nur cahaya Ratu Sinuhun, Membakar Jiwa Kaum Perempuan

Karya: Dr.Sri Sundari, SH., MM., CGCAE

Gelora hebat mewarnai jiwa Mu,

Aura Perempuan ada pada diri Mu,

Mentari mebakar jiwa Mu,

Sang surya mendukung kiprah Mu.

Sehebat apapun Perempuan di dunia,

Kami anggap tak ada yang lebih hebat dibandingkan dengan dirimu

Secantik apapun Perempuan saat ini

Tak ada yang melebihi cantikmu

Karena cantikmu itu tulus,

Karena hebatmu itu luar biasa

Kau adalah pahlawan Perempuan kami

Bukti cintamu dengan negeri ini telah terbukti.

Kitab Simbur Cahaya adalah Bukti cahayamu.

Ternyata engkau lebih mengerti,

Akan kehidupan rasa Perempuan

Akan tinggi derajat Perempuan

Akan makna dari Perempuan

Mungkin saja kami masih dirumah

Dan tak mampu mewarnai dunia

Berkiprah bak merangkul dunia,

Bila tidak ada RATU SINUHUN

Namun pandanglah,

Berkat usahamu wahai RATU SINUHUN,

Berkat kerja kerasmu wahai pejuang Perempuan,

Kini semua Wanita bisa melakukan kiprah apa saja Sesuai yang diinginkan

Bisa menggapai cita dan asa

Bahkan negara Indonesia Raya

Dipenuhi Perempuan Perempuan hebat

Wahai pahlawan Perempuan Sumsel,

Meskipun engkau telah tiada,

Namun harum namamu akan abadi selamanya

Kami hadir ini membakar semangat kaum Perempuan

Agar semangat tetap bergelora dan membara

Untuk mendukung agar menjadi pahlawan nasional

Wahai ibu peri RATU SINUHUN,

Kami tau engkau saat ini berada disini

Berada ditengah Tengah kami,

Tersenyum sangat Bahagia

Nur Cahaya wajahmu merona

Terpancar terbukti sang surya menyinari tempat ini

Dengan gagah berani

Pertanda kau sang dewi ada disini

Kami hadir wahai sang ibu peri

Untuk menjunjung tinggi

Hasil Kitab Simbur Cahaya mu

Kami hadir disini untuk mengusulkan

Agar engkau sang Peri RATU SINUHUN

Menjadi pahlawan nasional

Kami hadir disini untuk mendoakan

Sang ibu peri RATU SINUHUN

Agar engkau diberikan tempat yang bahagia Di Alam sana

Kami sangat mencintaiMu

Jakarta 23 Juli 2023

Ratu Sinuhun, Layak Menjadi Pahlawan

karya: DessiDesmaniar

Pagi ini, ditempat ini, dihadapan bundaran yang ikonik ini

Kami dengungkan perjuangan

Tuan-tuan dan puan-puan semua

RATU SINUHUN, isteri Pangeran,

Isteri penguasa saat nusantara belum MERDEKA

Di era abad ketujuh belas,

Saat VOC, seperti drakula yang menghisap kekayaan alam nuasantara,

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan yang tak pernah lelah,

Setiap saat, terus menerus berjuang,

Mengatur, menuntun, melindungi kaumnya

Dengan Simbur Cahaya, norma yang diciptakannya

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan gagah yang tak pernah takut,

Menyemburkan cahaya enerji kepada alam,

Menghantam mendung, mendobrak puting beliung, dan menaklukkan halilintar Menciptakan kesetaraan bagi kaumnya.

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Ia tetap Perempuan yang indah untuk dipandang

Terkadang terik, kadang-kadang menguning, memerah, keemasan

Kami yakin, iindahnya tak akan pernah lekang

Dihapus waktu, ditutupi mendung, atau di guyur hujan..

RATU SINUHUN, perempuan dari Sumatera Selatan,

Ia layak menjadi Pahlawan,

Kami akan berjuang untukmu,

Untuk itu lah pagi ini, kami ada di bundaran ini

Menteng Square 18 Agustuus 2025

Ratu Sinuhun Sang Mentari Diufuk Barat

Karya: DessiDesmaniar

RATU SINUHUN, engkaulah Mentari diufuk barat

Indah, semburatkan cahaya dikaki langit

Kau semburkan, merah… menguning.. keemasan untuk alam

Karenamu, antara langit dan bumi terpandang menyatu

RATU SINUHUN, Engkau Mentari

Yang penuh enerji kehidupan

Engkau akan berangkat naik dari tepian langit

Yakinkan kami, terbitmu akan menyinari seluruh alam

RATU SINUHUN, engkau isteri Pangeran

Perempuan kuat yang menjelmakan tatanan hidup

Saat engkau masih hidup diabad ketujuh belas

Engkau songsongkan Semburat Cahaya menghapus kungkungan

RATU SINUHUN perempuan gagah

Engkau berjuang dengan akal, dan pikiran

Tak gentar merombak tirani

Engkau jadikan Simbur Cahaya

RATU SINUHUN, perempuan tersembunyi

Indahmu tak lekang ditelan masa

Cahayamu tak mampu ditutupi mendung

Gagahmu lah memecut kami untuk berjuang

Menteng Square, jumat 01 Agustus 2025