Sastra/Puisi

Kitab Simbur Cahaya dan Perjuangan “Ratu Sinuhun”

Karya : Prihatin Kusdini

Simbur Cahaya, Kitab Suci menerangi jalan,

Bagi Perempuan bumi Palembang

RATU SINUHUN, pahlawan sejati

Membuka mata, bagi kaum yang teraniaya

Adat dan Al Quran, bersanding harmonis,

Menjaga kesetaraan, menghapus diskriminasi,

Bab-bab yang tertulis, aturan yang adil,

Perempuan dan laki-laki, sejajar dalam hak.

Dalam pernikahan, kehidupan sehari-hari,

Al Quran menjadi pedoman, adat menjadi patokan

Perempuan memiliki suara, hak-hak dihormati

Kesetaraan gender, menjadi tujuan.

RATU SINUHUN, pelopor perempuan

Membuka jalan, bagi generasi

Dengan Kitab Simsur Cahaya

Perempuan Sumatera Selatan

Bangkit dan bersinar

Medio 13 Agustus 2025

Ratu Sinuhun, Cahaya Perempuan dari Bumi Sriwijaya

Karya: Evi Noparida

Dibalik tirai sutra istana,

Hidup permaisuri berjiwa Cahaya,

Tatapnya menembus batas zaman,

Menyaksikan Perempuan-perempuan tenggelam dalam gengsi adat,

Ia bersumpah mematahkan belenggu itu,

Seperti fajar memecah kabut dini hari.

Air matanya menjadi tinta tinta yang menjelma,

Menjadi Kitab Simbur Cahaya,

Kitab yang menyalakan hak menegakkan keadilan,

Mengangkat martabat Perempuan,

Hingga berdiri setara di hadapan dunia…

Langkahnya Bagai embun yang mengidupi bumi,

Namun seteguh batu karang menahan ombak,

Ia menyulam persatuan di setiap hela nafas Sejarah,

Menjadikan hukum sebagai anyaman kasih,

Benteng bagi yang tak berdaya….

Bagi RATU SINUHUN,

Hukum adalah sabda Nurani,

Perisai bagi yang rapuh,

Jalan pulang bagi suara yang terusir,

Jembatan menuju kemuliaan,

Bagi setiap Perempuan yang bermimpi merdeka…

Wahai RATU SINUHUN,

Namamu adalah Cahaya yang tak pernah padam,

Kilat yang membelah langit Sejarah,

Denyut yang menjaga nadi bangsa.

Engkau bukan sekedar isteri raja,

Engkau ibu hukum,

Penjaga martabat Sriwijaya, selamanya…

Bekasi, 14 Agustus 2025

Ratu Sinuhun, dan Negeriku Indonesia

karya: Nyimas Aliah

Dalam hingar bingar kegembiraan merayakan HUT RI ke 80

ada duka nestapa anak bangsa

Seharusnya menjadi tonggak kematangan bangsa

Namun kenyataan hari ini Indonesia belum merdeka sepenuhnya,

kita masih dijajah oleh penyakit kronis yang menggerogoti fondasi negara,

KKN, Korupsi Merajalela

Perekonomian jadi melambat, kesenjangan sosial semakin lebar

Si kaya makin kaya, si miskin makin terpuruk dalam kemelaratan

Perbedaan tersebut melahirkan ketimpangan gender,

situasi yang membuat perempuan adalah kelompok termiskin di antara orang miskin,. kemiskinan juga menjadi salah satu pemicu Kekerasan Terhadap Perempuan,

perempuan pontang panting untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya,

beras makin mahal, gas sering hilang, harga sembako melonjak,

perempuanlah yang dipersalahkan,

lalu dia dipukul karena dianggap tidak becus mengurus keluarganya.

Bukan itu saja…. perempuan dijual kepada gigolo,

dijadikan prostitusi Untuk mendapatkan cuan,

dinikahkan kawin kontrak pada usia dini

Ratu Sinuhun….. andai kau masih ada disini

Kebijakan yang kau buat sangat berarti Mengatur negara dan melindungi perempuan

Dalam Undang – undang Simbur Cahaya

Meski itu terjadi 4 abad yang lalu, kami baru menyadari

ada perempuan Hebat kebanggaan Srikandi TP. Sriwjaya

Kami akan memperjuangkanmu sebagai pahlawan

Agar dapat memotivasi perempuan Sumatera Selatan

Jakarta

18 September 2025

Duli Tuanku Ratu Sinuhun

Karya: Anto Narasoma

Duli, ratuku !

Aku seperti sosok paling memancar di antara cahaya kekaguman
yang begitu kuat dalam catatan oendang-oendang simboer tjahaya

Lihatlah,
Aura negeri ini
Begitu membara bagi intelektualmu yang mengatur tradisi rakyatmu, ratu

Sebab,
Kesetaraan jender dan aktivitas pikiran yang kau sematkan dalam catatan, bertanggung jawab melukiskan sejarah

Ratu sinuhun,
Tiap langkah dan catatan hari-harimu dalam sejarah, melahirkan 58 pasal strafwetten yang berkelana bagi adat penghukuman.

Dari 32 pasal dalam benakmu yang berkelindan dalam kreativitas sastra, tiap diksi membangun adat marga yang berdekapan dengan peradaban

Begitu besar jagat pikiranmu, ratu. sebab kesetaraan dan kearifan gender yang kau tabuh lewat tambur tradisi, memberi catatan bagi kesetaraan laki-laki perempuan

Duli, ratu sinuhun !

Dua tangan yang tabik
Ke daun-daun kembang bougenville, menyerap segala kreativitas yang menghapus babak-belurnya wajah perempuan

Maka,kesetaraan itulah mencuci rona parasmu
yang kutulis lewat seratus puisi dalam kalimat panjang oendang-oendang simboer tjahaja

O, Ratu Sinuhun
Ke mana catatan struktur adat istiadat yang membesarkan ekonomi rakyat sesaat setelah ditindas pajak di negeri konoha?

Palembang
17 September 2025