Artikel

Menapak Jejak Perempuan Agung Palembang

Ratu Sinuhun bukan sekadar nama dalam sejarah, tapi sosok yang kini diangkat dalam wisata religi dan budaya sebagai simbol kebijaksanaan dan kekuatan perempuan Palembang. Artikel ini mengajak kita menyusuri jejaknya—dari warisan spiritual hingga nilai-nilai luhur yang masih hidup dalam masyarakat.

Baca selengkapnya di sini:

https://logikaindonesia.com/menapak-jejak-ratu-sinuhun-perempuan-agung-dalam-wisata-religi-dan-sejarah-palembang/

Ratu Sinuhun: Perempuan Palembang yang Menyusun Hukum, Mengikat Tradisi, dan Mengilhami Emansipasi

Oleh: Dudy Oskandar (Jurnalis, Anggota Pusat Kajian Sejarah Sumatera Selatan/Puskass)

Ketika orang Belanda pada awal abad ke-19 menuliskan catatan tentang Palembang, mereka kerap menyebut satu nama yang agak misterius: Ratu Sinuhun. Ia bukan sekadar istri raja, melainkan simbol kekuasaan perempuan yang memberi warna tersendiri dalam sejarah Palembang. Dia digambarkan sebagai sosok ratu bijaksana, simbol dari semua yang baik dalam diri seorang penguasa.

Nama Ratu Sinuhun hampir tak muncul dalam buku pelajaran sekolah. Tidak ada foto, tidak banyak catatan resmi—yang ada justru legenda, undang-undang, dan ingatan kolektif masyarakat Palembang...

Ratu Sinuhun sebagai Inspirasi Nasional

Sosok Ratu Sinuhun tak hanya memikat lewat karya seni dan budaya, tapi juga menginspirasi gerakan nasional. Kini, ia resmi dideklarasikan sebagai calon Pahlawan Nasional—sebuah langkah besar dalam mengangkat peran perempuan Palembang dalam sejarah Indonesia. Simak kisah lengkapnya di sini:

https://sumateraekspres.bacakoran.co/budaya/read/98894/ratu-sinuhun-perempuan-palembang-yang-jadi-inspirasi-nasional-dideklarasikan-dukung-jadi-pahlawan-nasional

Deklarasi Dukungan: Ratu Sinuhun Menuju Pahlawan Nasional

Momentum dukungan terhadap Ratu Sinuhun semakin nyata melalui deklarasi publik yang digelar di halaman STISIPOL Candradimuka Palembang. Ratusan orang dari berbagai kalangan hadir, menyuarakan aspirasi agar perjuangan beliau diakui secara nasional. Berikut beberapa artikel yang dapat anda baca:

https://beritapagi.co.id/2025/11/08/banyak-dapat-dukungan-deklarasi-dukungan-ratu-sinuhun-jadi-pahlawan-nasional-digelar-di-halaman-stisipol-chandradimuka-palembang/

https://gandustv.com/dihadiri-ratusan-orang-deklarasi-dukungan-ratu-sinuhun-jadi-pahlawan-nasional-digelar-di-halaman-stisipol-chandradimuka-palembang/

https://www.catatanjurnalist.com/ratusan-orang-deklarasi-dukungan-ratu-sinuhun-jadi-pahlawan-nasional

Dari Candradimuka untuk Negeri: Dukungan Menggema bagi Ratu Sinuhun

Sejumlah media nasional dan lokal menyoroti sosok Ratu Sinuhun sebagai figur perempuan inspiratif dari Palembang yang layak mendapat gelar Pahlawan Nasional. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi beberapa tautan berikut:

https://www.ketikpos.com/pariwisata-kebudayaan/95916213069/ratu-sinuhun-warna-perempuan-palembang-dalam-sepekan-seni-2025?page=all

https://halosumsel.com/dari-candradimuka-untuk-negeri-dukungan-menggema-bagi-ratu-sinuhun-perempuan-cahaya-dari-palembang/

https://www.suaraindo.id/2025/11/dari-candradimuka-untuk-negeri-dukungan-menggema-bagi-ratu-sinuhun-perempuan-cahaya-dari-palembang

https://halopos.id/dari-candradimuka-untuk-negeri-dukungan-menggema-bagi-ratu-sinuhun-perempuan-cahaya-dari-palembang/44/05/08/11/19/48314/berita/redaksi-halopos/2025/

DINAMIKA PEREMPUAN SUMATERA SELATAN DALAM ADAT SIMBUR CAHAYA

Dr. Muhammad Adil, MA

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur hanya untuk Allah pencipta alam semesta yang rahman dan rahim, penguasa hari kiamat, tempat manusia menyembah, dan minta pertolongan.

Shalawat dan salam hanya untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Nabi yang telah mengantarkan manusia hidup dalam suasana yang aman, damai, dan tnteram.

Penelitian ini merupakan usaha untuk menemukan eksistensi dan kiprah perempuan Sumatera Selatan. Bahwa perempuan Sumsel ternyata sudah sejak lama dapat berdampingan dengan para laki-laki, bermitra dengan sangat baik. Kondisi ini dapat dilihat dari bunyi pasal-pasal yang dimuat dalam aturan adat berupa Undang-undang Simbur Cahaya.

Harapan peneliti bahwa tentu laporan penelitian ini masih banyak kekurangannya, karena, sumbang saran dari para pembaca atau peneliti lain sangat diharapakan untuk kesempurnaan tulisan ini.

Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan berupa pemikiran, materi, dan non materil, kami ucapkan terima kasih, semoga dihitung sebagai amal ibadah yang akan diberikan ganjaran pahala yang setimpal.

Palembang, September, 2016 Muhammad Adil


ABSTRAK

Dalam penelitian ditemukan lain: pertama, bahwa eksistensi perempuan dalam sistem peradatan Simbur Cahaya telah menempatkan perempuan sebagai manusia dengan derajat sesuai penciptannya. Adat Simbur Cahaya sangat menghormati perempuan, meletakkan mereka sesuai proporsinya, tentu dalam tataaturan Simbur Cahaya saat itu.

Kedua, hak-hak dan kewajiban perempuan diletakkan sesuai dengan fitrahnya sebagai perempuan, mitranya laki-laki hak perempuan diatur sedemikian rupa, sedangkan kewajibannya sebagai perempuan dipahami sebagai makhluk yang memiliki kodrat dan non kdrati dilaksanakan sesuai kesepatan yang sudah diatur dalam simbur cahaya.

Ketiga, tradisi Simbur Cahaya memberikan peluang besar kepada perempuan untuk berkiprah dari ranah privat sampai ke ranah publik. Perempuan ketika itu telah diberikan peluang yang sama dengan laki-laki, misalnya Ratu Sinuhun telah dipercaya untuk menjadi juru tulis istana yang jarang ditemukan dalam tradisi lain.

Baca dan Unduh artikel dibawah ini: