Hukum Adat
Karya: Anto Narasoma
Di sinilah aku berdiri :
Tegak menanti diksi dalam sajakku,
Yang berkeliaran mengurai kaidah kata-kata bagimu,
Ratu sinuhun
Sebab,
Di antara pintu-pintu sejarah yang kau coret dengan oendang-oendang simboer tjahaja, Telah membuka hakikat kecerdasan tradisi di tanah negeriku
Sebab,
Jauh sebelum matahari
Melemparkan cahaya pada momen wajahmu secantik rembulan,
Kesetaraan gender telah menghapus babak-belurnya wajah perempuan
Maka,
Tradisi apa yang mencerahkan pokok pikirannu –setelah landasan dasar perempuan berdiri Dalam garis ketinggian yang selalu menyebut-nyebut namamu
Bunda ratu,
Tatkala catatan pertama
Menegakkan hukum dari kebodohan anak negeri, integritas hukum adat menjadi benteng Bagi ketentuan syariat kehidupan
O, aturan pertunangan
Itu menggabungkan kebijaksanaan adat ketika sistem hukum tertulis bagi tatanan keadaban, Menjadi tatanan dasar hukum adat yang cerdas
Palembang
18 September 2025
