karya: DessiDesmaniar

Pagi ini, ditempat ini, dihadapan bundaran yang ikonik ini

Kami dengungkan perjuangan

Tuan-tuan dan puan-puan semua

RATU SINUHUN, isteri Pangeran,

Isteri penguasa saat nusantara belum MERDEKA

Di era abad ketujuh belas,

Saat VOC, seperti drakula yang menghisap kekayaan alam nuasantara,

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan yang tak pernah lelah,

Setiap saat, terus menerus berjuang,

Mengatur, menuntun, melindungi kaumnya

Dengan Simbur Cahaya, norma yang diciptakannya

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan gagah yang tak pernah takut,

Menyemburkan cahaya enerji kepada alam,

Menghantam mendung, mendobrak puting beliung, dan menaklukkan halilintar Menciptakan kesetaraan bagi kaumnya.

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Ia tetap Perempuan yang indah untuk dipandang

Terkadang terik, kadang-kadang menguning, memerah, keemasan

Kami yakin, iindahnya tak akan pernah lekang

Dihapus waktu, ditutupi mendung, atau di guyur hujan..

RATU SINUHUN, perempuan dari Sumatera Selatan,

Ia layak menjadi Pahlawan,

Kami akan berjuang untukmu,

Untuk itu lah pagi ini, kami ada di bundaran ini

Menteng Square 18 Agustuus 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *