Hari: 19 September 2025

Pengabdianku, Aku Ratu Sinuhun

Karya : Tirta Diana

Matahari terbenam dari ufuk barat,

Tatapanku jauh memandang dari singgasana ini,

Dari singgasana ini aku melihat aliran Sungai Musi,

Ada rasa cintaku terhadap negeri ini

Ada rasa cintaku terhadap Masyarakat yang kusayangi,

Ada rasa cintaku terhadap perempuan2 yang aku hormati..

Malam tetaplah malam,

Aku terus berfikir,

Bagaimana menjadikan rakyatku

Tenteram dan Makmur

Bagaimana tatanan negeri terukur,

Bagaimana?????

Hingga saatnya matahari mulai melihatkan dirinya

Dari ufuk timur

Hangat seperti semangatku yang baru,

Tersenyum seperti aku,

Dan inilah aku

RATU SINUHUN

Ini adalah persembahanku

Kitab Simboer Cahaya

Kitab Simboer Cahaya

Kitab Simboer Cahaya

Yang dengan bangga kupersembahkan

Kepada negara

Sebagai bentuk pengabdianku

Dari hati yang tulus.

Pergunakanlah kitab Simboer Cahaya ini

Manfaatkanlah

Wahai “anakku”

Aku yakin kau akan selalu ada

Disisiku hingga akhir..

Aku yakin suatu saat nanti,

Apa yang aku perjuangkan ini

Akan bermanfaat untuk tatanan hidupmu,

Untuk tatanan hidup dunia

Kupejamkan mata,

Kupersembahkan Kitab Simboer Cahaya

Nur cahaya Ratu Sinuhun, Membakar Jiwa Kaum Perempuan

Karya: Dr.Sri Sundari, SH., MM., CGCAE

Gelora hebat mewarnai jiwa Mu,

Aura Perempuan ada pada diri Mu,

Mentari mebakar jiwa Mu,

Sang surya mendukung kiprah Mu.

Sehebat apapun Perempuan di dunia,

Kami anggap tak ada yang lebih hebat dibandingkan dengan dirimu

Secantik apapun Perempuan saat ini

Tak ada yang melebihi cantikmu

Karena cantikmu itu tulus,

Karena hebatmu itu luar biasa

Kau adalah pahlawan Perempuan kami

Bukti cintamu dengan negeri ini telah terbukti.

Kitab Simbur Cahaya adalah Bukti cahayamu.

Ternyata engkau lebih mengerti,

Akan kehidupan rasa Perempuan

Akan tinggi derajat Perempuan

Akan makna dari Perempuan

Mungkin saja kami masih dirumah

Dan tak mampu mewarnai dunia

Berkiprah bak merangkul dunia,

Bila tidak ada RATU SINUHUN

Namun pandanglah,

Berkat usahamu wahai RATU SINUHUN,

Berkat kerja kerasmu wahai pejuang Perempuan,

Kini semua Wanita bisa melakukan kiprah apa saja Sesuai yang diinginkan

Bisa menggapai cita dan asa

Bahkan negara Indonesia Raya

Dipenuhi Perempuan Perempuan hebat

Wahai pahlawan Perempuan Sumsel,

Meskipun engkau telah tiada,

Namun harum namamu akan abadi selamanya

Kami hadir ini membakar semangat kaum Perempuan

Agar semangat tetap bergelora dan membara

Untuk mendukung agar menjadi pahlawan nasional

Wahai ibu peri RATU SINUHUN,

Kami tau engkau saat ini berada disini

Berada ditengah Tengah kami,

Tersenyum sangat Bahagia

Nur Cahaya wajahmu merona

Terpancar terbukti sang surya menyinari tempat ini

Dengan gagah berani

Pertanda kau sang dewi ada disini

Kami hadir wahai sang ibu peri

Untuk menjunjung tinggi

Hasil Kitab Simbur Cahaya mu

Kami hadir disini untuk mengusulkan

Agar engkau sang Peri RATU SINUHUN

Menjadi pahlawan nasional

Kami hadir disini untuk mendoakan

Sang ibu peri RATU SINUHUN

Agar engkau diberikan tempat yang bahagia Di Alam sana

Kami sangat mencintaiMu

Jakarta 23 Juli 2023

Ratu Sinuhun, Layak Menjadi Pahlawan

karya: DessiDesmaniar

Pagi ini, ditempat ini, dihadapan bundaran yang ikonik ini

Kami dengungkan perjuangan

Tuan-tuan dan puan-puan semua

RATU SINUHUN, isteri Pangeran,

Isteri penguasa saat nusantara belum MERDEKA

Di era abad ketujuh belas,

Saat VOC, seperti drakula yang menghisap kekayaan alam nuasantara,

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan yang tak pernah lelah,

Setiap saat, terus menerus berjuang,

Mengatur, menuntun, melindungi kaumnya

Dengan Simbur Cahaya, norma yang diciptakannya

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Perempuan gagah yang tak pernah takut,

Menyemburkan cahaya enerji kepada alam,

Menghantam mendung, mendobrak puting beliung, dan menaklukkan halilintar Menciptakan kesetaraan bagi kaumnya.

RATU SINUHUN, adalah Matahari

Ia tetap Perempuan yang indah untuk dipandang

Terkadang terik, kadang-kadang menguning, memerah, keemasan

Kami yakin, iindahnya tak akan pernah lekang

Dihapus waktu, ditutupi mendung, atau di guyur hujan..

RATU SINUHUN, perempuan dari Sumatera Selatan,

Ia layak menjadi Pahlawan,

Kami akan berjuang untukmu,

Untuk itu lah pagi ini, kami ada di bundaran ini

Menteng Square 18 Agustuus 2025

Ratu Sinuhun Sang Mentari Diufuk Barat

Karya: DessiDesmaniar

RATU SINUHUN, engkaulah Mentari diufuk barat

Indah, semburatkan cahaya dikaki langit

Kau semburkan, merah… menguning.. keemasan untuk alam

Karenamu, antara langit dan bumi terpandang menyatu

RATU SINUHUN, Engkau Mentari

Yang penuh enerji kehidupan

Engkau akan berangkat naik dari tepian langit

Yakinkan kami, terbitmu akan menyinari seluruh alam

RATU SINUHUN, engkau isteri Pangeran

Perempuan kuat yang menjelmakan tatanan hidup

Saat engkau masih hidup diabad ketujuh belas

Engkau songsongkan Semburat Cahaya menghapus kungkungan

RATU SINUHUN perempuan gagah

Engkau berjuang dengan akal, dan pikiran

Tak gentar merombak tirani

Engkau jadikan Simbur Cahaya

RATU SINUHUN, perempuan tersembunyi

Indahmu tak lekang ditelan masa

Cahayamu tak mampu ditutupi mendung

Gagahmu lah memecut kami untuk berjuang

Menteng Square, jumat 01 Agustus 2025

Kitab Simbur Cahaya dan Perjuangan “Ratu Sinuhun”

Karya : Prihatin Kusdini

Simbur Cahaya, Kitab Suci menerangi jalan,

Bagi Perempuan bumi Palembang

RATU SINUHUN, pahlawan sejati

Membuka mata, bagi kaum yang teraniaya

Adat dan Al Quran, bersanding harmonis,

Menjaga kesetaraan, menghapus diskriminasi,

Bab-bab yang tertulis, aturan yang adil,

Perempuan dan laki-laki, sejajar dalam hak.

Dalam pernikahan, kehidupan sehari-hari,

Al Quran menjadi pedoman, adat menjadi patokan

Perempuan memiliki suara, hak-hak dihormati

Kesetaraan gender, menjadi tujuan.

RATU SINUHUN, pelopor perempuan

Membuka jalan, bagi generasi

Dengan Kitab Simsur Cahaya

Perempuan Sumatera Selatan

Bangkit dan bersinar

Medio 13 Agustus 2025

Ratu Sinuhun, Cahaya Perempuan dari Bumi Sriwijaya

Karya: Evi Noparida

Dibalik tirai sutra istana,

Hidup permaisuri berjiwa Cahaya,

Tatapnya menembus batas zaman,

Menyaksikan Perempuan-perempuan tenggelam dalam gengsi adat,

Ia bersumpah mematahkan belenggu itu,

Seperti fajar memecah kabut dini hari.

Air matanya menjadi tinta tinta yang menjelma,

Menjadi Kitab Simbur Cahaya,

Kitab yang menyalakan hak menegakkan keadilan,

Mengangkat martabat Perempuan,

Hingga berdiri setara di hadapan dunia…

Langkahnya Bagai embun yang mengidupi bumi,

Namun seteguh batu karang menahan ombak,

Ia menyulam persatuan di setiap hela nafas Sejarah,

Menjadikan hukum sebagai anyaman kasih,

Benteng bagi yang tak berdaya….

Bagi RATU SINUHUN,

Hukum adalah sabda Nurani,

Perisai bagi yang rapuh,

Jalan pulang bagi suara yang terusir,

Jembatan menuju kemuliaan,

Bagi setiap Perempuan yang bermimpi merdeka…

Wahai RATU SINUHUN,

Namamu adalah Cahaya yang tak pernah padam,

Kilat yang membelah langit Sejarah,

Denyut yang menjaga nadi bangsa.

Engkau bukan sekedar isteri raja,

Engkau ibu hukum,

Penjaga martabat Sriwijaya, selamanya…

Bekasi, 14 Agustus 2025

Ratu Sinuhun, dan Negeriku Indonesia

karya: Nyimas Aliah

Dalam hingar bingar kegembiraan merayakan HUT RI ke 80

ada duka nestapa anak bangsa

Seharusnya menjadi tonggak kematangan bangsa

Namun kenyataan hari ini Indonesia belum merdeka sepenuhnya,

kita masih dijajah oleh penyakit kronis yang menggerogoti fondasi negara,

KKN, Korupsi Merajalela

Perekonomian jadi melambat, kesenjangan sosial semakin lebar

Si kaya makin kaya, si miskin makin terpuruk dalam kemelaratan

Perbedaan tersebut melahirkan ketimpangan gender,

situasi yang membuat perempuan adalah kelompok termiskin di antara orang miskin,. kemiskinan juga menjadi salah satu pemicu Kekerasan Terhadap Perempuan,

perempuan pontang panting untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya,

beras makin mahal, gas sering hilang, harga sembako melonjak,

perempuanlah yang dipersalahkan,

lalu dia dipukul karena dianggap tidak becus mengurus keluarganya.

Bukan itu saja…. perempuan dijual kepada gigolo,

dijadikan prostitusi Untuk mendapatkan cuan,

dinikahkan kawin kontrak pada usia dini

Ratu Sinuhun….. andai kau masih ada disini

Kebijakan yang kau buat sangat berarti Mengatur negara dan melindungi perempuan

Dalam Undang – undang Simbur Cahaya

Meski itu terjadi 4 abad yang lalu, kami baru menyadari

ada perempuan Hebat kebanggaan Srikandi TP. Sriwjaya

Kami akan memperjuangkanmu sebagai pahlawan

Agar dapat memotivasi perempuan Sumatera Selatan

Jakarta

18 September 2025

Ratu Sinuhun

anto narasoma
RATU SINUHUN

segala tradisi yang kau susun ke dalam adat istiadat, mampu membuka ruang ekosentris pada alam

lalu,
dari berbagai catatan
di sepanjang sejarah tradisiku, hakikat
dan pikiranmu begitu tajam merancut pedoman hidup bagi orang-orang
di pedalaman

o, oendang-oendang simboer tjahaja yang menerangi lorong gelap dalam tradisiku, merangkul norma-norma adat di sepanjang lahan pernikahan itu

ratu sinuhun,
kau rangkum sendiri
hakikat hukum adat
yang terinjak-injak kodifikasi kebijakan kolonial belanda

ratu sinuhun,
begitu kokoh
tebing-tebing tradisi yang kau susun lewat aspek hukum adat dan
norma masyarakat
uluan palembang

maka,
dari uraian tradisional
yang menenggelamkan
etika pertunangan;
akan terikat pada
denda adat setelah persentuhan itu menyesak ke alur percintaan tanpa nikah

Palembang
17 September 2025