• Memperkuat struktur sosial lokal dan ekonomi rakyat kecil melalui sejumlah regulasi adat, termasuk pengaturan perdagangan dan timbangan pasar tradisional
  • Berperan sebagai pengadil sekaligus pelindung masyarakat bawah di tengah Kesultanan Palembang
  • Popularitas dan pengaruhnya melebihi sang suami dalam kultur Palembang, menjadikannya simbol feminisme awal Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *